Salam mesra dari saya.Terima kasih kerana sudi mengunjungi blog ini.Saya hanya insan biasa yang banyak khilaf,jika ada yang terkurang tegurlah :) Sebarang post disini adalah hasil pemikiran saya sendiri,jika ada yang saya ambil dari sumber berkaitan,akan saya nyatakan.Sekian.

Api Politik

 Dah agak lama negara kita,Malaysia,menghadapi Pilihanraya Umum ke 13 namun sehingga kini arena politik kita masih 'berapi'.Banyak perkara yang diungkitkan,banyak perkara yang mengundang ketidakpuasan hati namun  bukan itu yang ingin saya bicarakan pada coretan saya pada kali ini.Apa yang ingin saya perkatakan adalah sikap penyokong parti politik.Apa kena dengan mereka?

   Saudara saudari sekalian ada account Facebook?Saudara saudari pernah mengunjungi laman sesawang yang berunsurkan politik?Saya anggap pernah kerana anda sedang membaca artikel ini sekarang.Satu lagi soalan,saudara saudari pernah turut serta dalam memberi komen yang berkaitan politik?Mungkin ada yang tidak pernah,tidak mengapa,itu tidak penting.

   Saya begitu tertarik dengan komen komen positif yang ditonjolkan oleh beberapa individu pada  beberapa artikel politik yang saya ikuti.Banyak unsur tegur menegur yang diterapkan.Itu okay.Apa yang menjadi masalah sekarang ialah terdapat golongan yang komen dan berbicara ibarat 'tak sayang mulut'.Bahasa yang ditonjolkan begitu kasar sekali.Inikah dia sikap rakyat Malaysia?Saya harap tidak.
   Saya terpanggil untuk memberi sedikit peringatan,jagalah bahasa kita,jangan sampai menyakitkan hati orang lain.Bahasa itu indah,jangan cemarinya,tolong!Banyakkan bersabar dalam mengutarakan sebarang pendapat.Kita rakyat Malaysia,kita berbudi bahasa,bukankah begitu?Banyak yang komen menginginkan Islam ditegakkan di negara ini tetapi lihat kepada komennya,MasyaAllah,habis segala disebutnya.Ingat,bahasa kita juga identiti kita.Mana-mana penyokong pun sama,saya tidak menyebelahi mana-mana pihak,yang salah tetap salah.

   Tulisan saya ini bukan untuk memalukan,bukan untuk menghina,sekadar menasihati sesama kita.Janganlah bahasa kita wahai saudaraku ! Sekian.

No comments:

Post a Comment